Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label ASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ASI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Oktober 2013

Bagaimana Cara Mengetahui Bayi telah Mendapatkan Cukup Air Susu Ibu (ASI)

Kebanyakan bayi akan mengalami penurunan berat badan pada beberapa hari setelah lahir. Dokter akan memeriksa berat bayi pada saat kunjungan pertama ibu ke rumah sakit sejak melahirkan. Pastikan ibu memeriksakan bayi pada 3-5 hari setelah bayi lahir, kemudian periksakan lagi pada saat bayi sudah berumur 2-3 minggu untuk checkup.

Tanda bayi mendapatkan cukup ASI yaitu jika bayi terus mengalami peningkatan berat badan setelah berusia 1 minggu. Sejak lahir hingga berusia 3 bulan, peningkatan berat badan biasanya 18 gram hingga 28 gram per hari.

Beberapa hal lain yang menandakan bayi mendapatkan susu yang cukup yaitu:
  • Pipis bayi berwarna kuning pucat atau lebih terang, tidak berwarna kuning gelap atau oranye
  • Buang air besar (BAB) bayi cukup (perhatikan tabel dibawah)
  • Bayi terus mengalami pergantian antara tidur dan terjaga
  • Bayi terlihat puas dan tenang setelah mendapatkan ASI
  • Payudara ibu terasa lebih lembut setelah menyusui
Konsultasikan pada dokter jika ibu mengalami kekhawatiran bayi tidak mendapat cukup ASI.

Tabel minimum diaper (popok) basah dan BAB pada minggu pertama sejak bayi lahir


Usia Bayi
Popok basah
BAB
Warna dan tekstur BAB
1 hari
1
1 (dlm 8 jam pertama)
hitam, kental, lembek
2 hari
2
3
hitam, kental, lembek
3 hari
5-6
3
Hijau atau kekuningan lembek (warna berganti)
4 hari
6
3
Kuning, lunak, berair
5 hari
6
3
Kuning, lunak, berbutir
6 hari
6
3
Kuning, lunak, berbutir
7 hari
6
3
Kuning, lunak, berbutir (jumlah lebih banyak)


Berapakah jumlah nutrisi atau asupan makanan yang dibutuhkan bayi?

Perut bayi yang baru lahir berukuran sangat kecil, terutama pada hari-hari pertama. Pada saat baru lahir perut bayi seukuran biji kemiri, kemudian hingga 1 minggu berubah menjadi seukuran biji kenari. Bayi yang diberikan ASI eksklusif, pada usia 1 hingga 6 bulan membutuhkan 540 ml hingga 850 ml sehari. Jika dalam sehari ibu menyusui sebanyak 8 kali, maka setiap sesi menyusui bayi  akan mengkonsumsi sekitar 90 ml setiap kali menyusui. Bayi pada usia lebih besar akan mengkonsumsi lebih sedikit ASI setelah diperkenalkan makanan padat. Tapi hal ini dapat berbeda diantara bayi.

Senin, 14 Oktober 2013

Posisi Menyusui Breastfeeding yang Baik

Cara menyusui bayi dan bagaimana ibu memposisikan mulut bayi pada payudara dan puting secara tepat adalah kunci utama keberhasilan proses menyusui. Hal ini juga menjadi kunci untuk menghindari dan mengurangi perih atau gangguan pada puting, terutama pada minggu-minggu pertama sejak bayi lahir. Apabila ini bukan kali pertama ibu menyususi, tetap penting untuk ibu memperhatikan posisi bayi pada payudara, karena bayi yang baru lahir memiliki koordinasi dan kekuatan otot yang masih sangat lemah.

Ketika ibu masih di rumah sakit, pastikan ibu telah mendapatkan panduan dari perawat atau konsultan laktasi selama menyusui si kecil. Jika ibu telah menemulan posisi menyusui yang tepat, ibu akan menyusui dengan efektif. Berikut beberapa tips untuk memastikan posisi menyusui yang baik:
  • Cari tempat yang nyaman dan mendukung untuk duduk
  • Letakkan kaki ibu diatas suatu meja rendah atau gunakan beberapa alas tebal  untuk menopang kaki. Posisi kaki yang terangkat akan membantu mendapatkan posisi menyusui yang baik.
  • Apapun posisi menyusui yang ibu pilih, bawalah bayi mendekati payudara, jangan sebaliknya, jangan membawa payudara ibu ke bayi.
  • Pastikan bayi membuka lebar mulutnya sebelum menyusui, untuk menghindari perih pada puting karena bayi hanya menghisap di puting.
  • Arahkan gusi bawah bayi dibawah dasar puting, tepatnya di areola, sehingga bayi dapat memeras air susu melalui sinus payudara
Berikut 4 posisi menyusui tradisional:

1. Cross-cadle hold (memegang bayi dengan menyilang)

Posisi menyusui secara menyilang merupakan posisi yang paling ideal untuk bayi yang baru lahir. Posisi ini memudahkan ibu untuk mengontrol posisi kepala bayi. Pegang bayi menggunakan tangan yang berlawanan dengan payudara yang akan ibu gunakan untuk menyusui. Tubuh bayi (perut dan dada) harus menghadap ibu. Pada posisi ini ibu dapat menyokong leher dan kepala bayi dengan tangan, sementara tangan ibu yang lain memegang payudara dan puting untuk memposisikan mulut bayi dengan tepat. Gunakan handuk atau selimut kecil yang digulung dibawah tangan ibu yang memegang kepala bayi sehingga tangan ibu tidak menjadi pegal atau lelah. Atau ibu juga bisa menggunakan bantal yang diletakkan di pangkuan ibu untuk menopang tangan dan bayi dapat lebih stabil pada posisi yang sama tinggi dengan payudara ibu.

Posisi Menyusui Menyilang (cross-cadle hold)
2. Posisi mendekap (cradle hold)

Posisi ini merupakan posisi klasik yang mungkin paling familiar untuk ibu. Letakkan beberapa bantal pada pangkuan ibu, letakkan kepala bayi pada lekukan tangan diatas siku, yaitu tangan yang sesuai dengan payudara yang akan digunakan untuk menyusui. Tahan punggung bayi menggunakan lengan bagian bawah, selipkan tangan bayi yang berada dibawah lengan ibu dan sejajarkan hidung bayi dengan puting ibu.

Meskipun posisi ini terlihat seperti posisi yang paling umum, namun untuk hari-hari pertama ibu, posisi ini akan membuat ibu lebih sulit mengontrol kepala bayi. Posisi ini akan terasa nyaman nantinya ketika ibu telah berhasil menyusui bayi, untuk bayi yang lebih besar dan telah mempunyai kontrol leher yang lebih baik. Kadang bayi yang baru lahir dapat tergelincir pada posisi ini. Ibu yang baru menyusui lebih direkomendasikan menggukan posisi menyusui menyilang (cross-cradle hold).

Posisi Mendekap (cradle hold)
3. Posisi memegang bola (football hold)

Seperti namanya, posisi ini dilakukan dengan meletakkan badan bayi dibawah lengan disamping ibu, dengan kepalanya di payudara ibu dan kakinya mengarah ke punggung ibu, seolah-olah ibu sedang memegang bola. Sama seperti posisi lainnya, gunakan beberapa bantal untuk menopang sehingga bayi berada sejajar dengan puting ibu tanpa membuat tangan ibu menjadi cepat pegal dan lelah. Pastikan bayi menghadap ke arah ibu. Kepala bayi berada sedikit dibawah payudara, hidungnya sedikit diatas puting. Gunakan tangan ibu yang lain dengan posisi huruf C untuk mengompres areola sehingga dapat dimasukkan kedalam mulut bayi dengan tepat. Ketika bayi telah membuka lebar mulutnya, bawa dia ke payudara ibu.

Posisi ini biasa digunakan pada beberapa hari pertama setelah bayi lahir apabila ibu mengalami kendala meletakkan bayi di perut karena operasi Caesar atau sakit di area perut. Ibu dengan payudara yang besar juga akan dimudahkan dengan posisi ini. Untuk ibu dengan bayi kembar tentunya posisi ini sungguh tepat sehingga memungkinkan ibu untuk menyusui kedua bayi secara bersamaan.

Posisi Memegang Bola (Football Breastfeeding hold)

4. Posisi tidur menyamping (side-lying position)

Posisi tidur menyamping (side-lying position) memungkinkan ibu untuk menyusui sambil tiduran di tempat tidur, ideal untuk menyusui di tengah malam dan dini hari, sehingga ibu tidak perlu terlalu mengerahkan tenaga ekstra dan dapat tidur kembali. Lakukan dengan berbaring pada satu sisi badan ibu, baringkan juga bayi pada salah satu sisi tubuhnya dengan posisi berhadapan dengan ibu. Gunakan tangan ibu untuk membawa mulut bayi ke payudara ibu. Kebanyakan ibu akan menggunakan payudara yang bawah, namun jika ibu memiliki payudara yang sangat besar, ibu dapat menyusui baik dengan yang atas maupun yang bawah. Ibu dapat menyokong punggung bayi dengan lengan atau tempatkan handuk atau selimut yang telah digulung di belakang bayi untuk menjaga agar posisi tidak berubah.

Jika bayi mengalami kesulitan menyusu dengan posisi ini, tunggu beberapa minggu dan coba lagi. Posisi ini akan terasa jauh lebih mudah ketika bayi telah memiliki kontrol kepala yang lebih baik.

Posisi tidur menyamping (Side-Lying Position)
Tips:

Jika ibu telah menemukan satu posisi yang tepat, tetaplah dengan posisi itu. Jika belum, ganti posisi sampai ibu menemui posisi yang cocok. Coba kuasai dulu salah satu posisi dengan baik, setelah beberapa hari atau minggu ibu dapat mencoba posisi lainnya. Suatu hal yang normal jika ibu merasa cocok menggunakan posisi yang berbeda untuk payudara yang berbeda.

Jika bayi menyusu dengan cara yang tidak benar, hentikan hisapan dengan meletakkan jari ibu yang telah dibersihkan ke sudut antara mulut bayi dan puting dengan lembut. Cara ini akan menghentikan hisapan tanpa menyebabkan iritasi atau perih pada puting ibu.

Gangguan dan Problem Ibu Menyusui (ASI)

Kekhawatiran terhadap kemampuan anda dalam menyediakan nutrisi yang cukup untuk bayi dengan ASI adalah normal, terutama untuk calon ibu baru. Ingat, anda tidak sendiri. Konsultan laktasi telah dilatih untuk membantu ibu menemukan cara agar berhasil dalam menyusui. Sementara banyak ibu yang mengalami satu atau beberapa masalah dalam menyusui, banyak ibu yang malah tidak punya masalah sama sekali dalam menyusui. Berikut beberapa gangguan dan problem ibu menyusui ASI

1. Ukuran payudara yang tidak simetris
Sebagian besar wanita memiliki ukuran payudara yang tidak simetris, dan jumlah Air Susu Ibu (ASI) yang dihasilkan tidak selalu sama antara kedua payudara. Ibu akan mengalami salah satu payudara memproduksi susu lebih banyak dari yang lain, dan salah satu payudara selalu memproduksi lebih sedikit susu dari yang lain.

Cara penanganan/ solusi:
Gunakan breastpump untuk menstimulasi payudara yang lebih kecil selama 2 menit setelah setiap sesi feeding (menyusui) selama beberapa hari. Dalam dua hari ibu akan melihat ada perubahan yang lebih baik.

2. Inverted nipple (puting masuk atau melesak kedalam), flat nipple (puting rata atau puting datar), serta puting yang terlalu besar

Beberapa wanita memiliki puting yang melesak kedalam (inverted) atau rata (flat). Puting juga kadang dapat menjadi rata sementara disebabkan oleh masalah engorgement (payudara bengkak) ketika menyusui. puting Inverted atau flat dapat menyebabkan menyusui menjadi lebih sulit. Namun ingat agar menyusui dapat berhasil dengan baik, bayi ibu harus menyusu (latch) melalui puting dan payudara sekaligus, sehingga payudara dengan puting inverted atau flat pun dapat berfungsi baik. Bahkan seiring dengan seringnya bayi menyusui, puting inverted atau flat dapat menjadi lebih menonjol keluar.

Puting yang terlalu besar dapat menyebabkan mulut bayi kesulitan dalam menjangkau areola untuk menstimulai saluran susu (milk ducts) untuk mendapatkan jumlah susu yang cukup.

Cara penanganan/ solusi:

  • Konsultasikan pada dokter ibu atau konsultan laktasi mengenai kekhawatiran terhadap kondisi puting ibu.
  • Ibu dapat menggunakan bantuan jari-jari ibu untuk membuat puting menjadi lebih menonjol keluar. Selain itu terdapat alat yang didesain khusus untuk membantu masalah puting inverted atau flat.
  • Masalah pada puting yang terlalu besar akan membaik dengan sendirinya seiring dengan makin seringnya ibu menyusui bayi. Dalam beberapa kasus membutuhkan beberapa minggu untuk bayi dapat menyusu dengan baik. Namun jika ibu memiliki jumlah susu yang banyak, bayi tetap akan mendapatkan jumlah nutrisi yang cukup meskipun mengalami masalah karena puting yang besar.
3. Puting lecet atau sore nipples

Banyak ibu melaporkan payudara terasa lembut pada awal menyusui. Menyusui seharusnya dapat menjadi nyaman jika ibu telah menemukan posisi menyusui yang tepat. Ibu juga bisa akan merasakan sakit atau perih pada payudara jika bayi menghisap susu hanya di bagian puting.

Cara penanganan/ solusi:

  • Cara menyusui yang benar adalah kuncinya. Jika bayi menghisap hanya di bagian puting, hentikan hisapan bayi dengan menyentuh sudut mulut bayi secara lembut dengan jari anda yang sudah dibersihkan sebelumnya. Puting ibu seharusnya akan terlihat bulat dan panjang ketika keluar dari mulut bayi, tidak rata.
  • Jika ibu ingin menghentikan menyusui karena sakit yang dirasakan, mintalah bantuan pada konsultan laktasi. Menghentikan proses menyusui dapat menyebabkan sakit yang lebih buruk dan dapat berpengaruh pada jumlah produksi air susu ibu.
  • Gantilah posisi menyusui di setiap sesi menyusui. Hal ini akan memberikan tekanan di bagian yang bervariasi pada payudara ibu.
  • Setiap selesai menyusui, keluarkan beberapa tetes air susu dan usapkan secara lembut pada puting menggunakan tangan yang sudah dibersihkan. Air susu ibu memiliki komponen penyembuh alami dan emolien (zat pelembut) yang membantu mengurasi sakit pada puting. Selain itu biarkan puting ibu kering secara alami atau gunakan baju berbahan katun yang lembut.
  • Jika ingin menggunakan krim, bantalan payudara hydrogel, atau pelindung puting, konsultasikan terlebih dahulu pada dokter.
  • Hindari memakai bra atau pakaian yang terlalu ketat yang menyebabkan puting menjadi tertekan.
  • Pastikan untuk sering mengganti bantalah payudara (breast pad) ibu untuk menghindari puting lembab terlalu lama.
  • Hindari menggunakan sabun atau pelembut yang mengandung astringent (alkohol) atau zat kimia lainnhya pada puting ibu terutama ketika akan menyusui. Air bersih sudah cukup untuk mencuci puting dan payudara ibu.
  • Jika ibu mengalami lecet dan perih yang cukup parah, tanyakan pada dokter untuk memberikan pengurang sakit yang tidak mengandung aspirin.
4. Bengkak pada payudara atau Engorgement

Payudara pada ibu menyusui secara normal akan menjadi lebih lebar, berat dan perih pada awal masa menyusui. Kadang payudara dapat mengalami pembengkakan yang berlebihan atau engorgement, ketika payudara ibu terasa sangat keras dan sakit. Selain pembengkakan, payudara terasa perih, hangat, kemerahan, berdenyut dan puting menjadi terlihat rata. Engorgement dapat mengakibatkan demam yang kadang menyerupai gejala infeksi payudara. Engorgement terjadi karena proses pembentukan air susu, yang biasa dialami pada hari ketiga sampai dengan hari kelima setelah bayi lahir. Namun dapat juga dapat dialami pada waktu yang lain.

Engorgement dapat menyebabkan saluran susu tersumbat (plugged ducts), sehingga penting bagi ibu untuk menghindari problem ini. Engorgement dapat diatasi dengan penanganan yang baik.

Cara penanganan/ solusi:

  •  Menyusui sesering mungkin segera setelah melahirkan, lakukan dengan cara yang benar. Dalam minggu pertama setelah kelahiran, ibu harus membangunkan bayi untuk disusui jika sudah lewat 3-4 jam.sejak sesi menyusui yang terakhir.
  • Bekerja sama dengan konsultan laktasi untuk meningkatkan kualitas menyusui.
  • Menyusui sesering mungkin di sisi payudara yang mengalami masalah, untuk menghindari payudara menjadi terlalu penuh.
  • Usahakan untuk menghindari penggunaan pacifier (mpeng atau dot) atau botol.
  • Pompa sedikit air susu menggunakan tangan atau breast pump untuk melembutkan payudara, areola dan puting sebelum menyusui bayi
  • Lakukan pijat payudara ibu
  • Jika ibu harus kembali bekerja, usahakan untuk memompa susu pada waktu yang sama dengan waktu menyusui si kecil di rumah, atau paling kurang setiap 4 jam.
  • Beristirahat dengan cukup, jaga asupan nutrisi dan minum ibu
  • Kenakan bra dengan ukuran yang sesuai, jangan terlalu ketat
5. Air susu ibu (ASI) sedikit

Banyak ibu yang mengkhawatirkan apakah susu yang dihasilkan mencukupi kebutuhan bayi. Untuk memastikan hal ini, perhatikan dengan memperhatikan berat dan pertumbuhan bayi. Konsultasikan pada dokter mengenai kekhawatiran ibu. Untuk lebih jelas, silahkan baca artikel Bagaimana Cara Mengetahui Bayi Mendapatkan Cukup Air Susu Ibu (ASI).

Ada saatnya dimana ibu menganggap suplai susu sedikit, namun sebenarnya mencukupi kebutuhan bayi, yaitu:
  • Ketika bayi berusia sekitar 6 minggu hingga 2 bulan, payudara ibu tidak akan lagi terasa penuh. Hal ini normal. Pada saat yang sama bayi ibu bisa saja menyusu hanya selama 5 menit pada satu waktu. Hal ini menandakan bahwa ibu dan bayi telah menyesuaikan diri dengan proses menyusui, dan semakin ahli!
  • Percepatan pada pertumbuhan bayi membuat si kecil menyusu lebih lama dan lebih sering. Percepatan pertumbuhan terjadi sekitar usia 2 minggu hingga 3 minggu, 6 minggu, dan 3 bulan. Jangan khawatir persediaan susu ibu tidak dapat memuaskan bayi. Susui bayi kapan saja dia menginginkannya, semakin sering dan banyak menyusui, payudara juga akan menghasilkan semakin banyak susu.
Cara penanganan/ solusi:
  • Pastikan bayi menyusu dalam posisi yang benar
  • Menyusui sesering mungkin dan biarkan bayi yang memutuskan kapan untuk berhenti.
  • Tawarkan kedua sisi payudara pada setiap sesi menyusui. Biarkan bayi di satu sisi selama ia masih proses menghisap dan menelan. Jika bayi sudah melambat atau berhenti di satu sisi, baru pindah ke sisi yang lain.
  • Hindari memberikan bayi susu formula atau sereal karena dapat mengakibatkan bayi menjadi kurang tertarik lagi dengan ASI. Hal ini dapat mengurangi suplai susu ibu. Bayi belum akan membutuhkan makanan padat sampai ia berusia 6 bulan. Jika ibu hendak memberikan suplemen tambahan untuk bayi, berikan dengan sendok atau tetes (dropper).
  • Batasi atau stop penggunaan pacifier (mpeng atau dot) selama mencoba tips diatas
  • Ibu dapat mempelajari bagaimana mengetahui bayi telah mendapat susu yang cukup.
5. Kelebihan suplai ASI

Kelebihan ASI dapat menyebabkan sesi menyusui menjadi tidak nyaman baik untuk ibu maupun bayi.

Cara penanganan/ solusi:
  •  Menyusui di satu sisi pada setiap sesi. Lanjutkan di sisi tersebut pada sisi berikutnya apabila masih belum habis.
  • Jika sisi yang lain sudah betul-betul penuh tidak tertahankan sebelum bayi menyusu, pompa dengan tangan beberapa saat untuk mengurangi tekanan pada payudara. Ibu juga dapat memberikan kompres dingin atau dengan lap basah untuk mengurangi ketidaknyamanan 
  • Susui bayi sebelum ia sangat lapar untuk menghindari hisapan yang agresif.
  • Coba posisi yang melawan gravitasi seperti posisi tidur di satu sisi (side-lying) atau memegang bola (football hold).
  • Bantu bayi untuk bersendawa (burp) secara teratur.
Beberapa ibu mengalami air susu yang keluar secara refleks. Hal ini terjadi karena kelebihan (oversupply) air susu. Lakukan hal berikut untuk mengatasinya:
  • Lakukan pompa ringan dengan memegang puting menggunakan jari telunjuk dan jari tengah atau sisi tangan untuk mengurangi tekanan dari penuhnya susu.
  • Jika bayi tersedak, lepaskan dari payudara dan tampung kelebihan susu ke handuk atau pakaian alas
  • Biarkan bayi menyusu secara on dan off (berhenti-berhenti)
6. Infeksi Payudara (Mastitis)
Mastitis merupakan terdapatnya lecet atau benjolan pada area payudara yang diiringi dengan demam atau gejala yang sama seperti flu, seperti lemas, pusing, pegal linu, bahkan sebagian ibu mengalami mual dan muntah. Puting ibu juga biasanya mengeluarkan cairan kuning seperti kolostrum. Payudara terasa hangat atau panas dan berwarna kemerahan. Infeksi payudara dapat terjadi jika terdapat anggota keluarga yang mengalami flu atau demam. Hal ini biasanya terjadi di satu sisi payudara. Tidak mudah untuk membedakan antara mastitis atau saluran tersumbat (plugged ducts) karena keduanya memiliki gejala yang sama dalam 24 hingga 48 jam pertama. Kebanyakan ibu dengan infeksi payudara yang tidak membaik dalam periode waktu tersebut akan diberikan obat oleh dokter.

Cara penanganan/ solusi:
  • Menyusui lebih sering pada sisi yang bermasalah agar air susu dapat terus mengalir dan menjaga payudara tidak terlalu penuh
  • Pijat payudara dimulai dari belakang area yang sakit. Gunakan jari dan gerakkan secara melingkar ke arah puting
  • Lakukan kompres panas
  • Istirahat ekstra untuk mempercepat penyembuhan. Infeksi payudara dapat menjadi penanda bahwa ibu terlalu lelah.
  • Gunakan bra yang sesuai dan pas ukurannya, jangan terlalu ketat yang dapat menyebabkan penyumbatan saluran susu
7. Saluran susu tersumbat (Plugged Ducts)

Plugged ducts ditandai oleh adanya benjolan yang terasa perih pada payudara. Gangguan ini tidak diikuti oleh demam atau gejala lain. Hal ini terjadi ketika saluran susu tidak kering dengan baik dan terjadi pembengkakan. Kemudian tekanan akan terjadi dibalik sumbatan dan menyebabkan jaringan di sekitarnya mengalami pembengkakan.Plugged duct biasanya terjadi hanya di satu sisi payudara.

Cara penanganan/ solusi:
  • Menyusui lebih sering pada sisi yang mengalami problem, untuk membersihkan sumbatan dan susu mengalir lebih lancar.
  • Lakukan pijatan pada area yang bermasalah
  • Gunakan kompres hangat
  • Istirahat ekstra
  • Gunakan bra yang pas, hindari penggunaan bra dengan kawat
    8. Nursing strike atau Bayi tiba-tiba berhenti menyusu

    Nursing strike yaitu ketika bayi yang telah menyusu dengan baik selama beberapa bulan, tiba-tiba menolak untuk disusui. Nursing strike dapat berarti bayi berusaha memberi tahu ibu bahwa terdapat sesuatu yang salah. Hal ini juga bukan selalu berarti bahwa bayi siap untuk disapih (wean). Tidak semua bayi akan bereaksi yang sama ketika terjadi sesuatu yang menyebabkan nursing strike. Beberapa bayi dapat terus melanjutkan menyusu tanpa masalah. Sementara beberapa bayi akan menolak menyusu secara total. Beberapa penyebab nursing strike diantaranya:
    • Sakit pada mulut karena tumbuh gigi, atau infeksi jamur seperti sariawan, dapat juga bertanda demam
    • Infeksi telinga akan mengakibatkan sakit ketika bayi menghisap
    • Sakit yang disebabkan posisi menyusu, baik berasal dari cedera pada tubuh bayi atau rasa nyeri akibat imunisasi
    • Bayi merasa kesal karena terpisah terlalu lama dengan ibu atau adanya perubahan besar dalam rutinitasnya (misalnya ibu yang kembali bekerja, tidak dapat menyusui bayi seperti biasa)
    • Adanya gangguan ketika menyusui, tertarik dengan hal-hal lain yang terdapat di sekitarnya
    • Demam atau hidung tersumbat yang menyebabkan bayi kesulitan bernafas ketika menyusu
    • Berkurangnya air susu karena bayi diberikan susu dengan botol atau penggunaan pacifier berlebihan
    • Sebagai respon terhadap reaksi ibu yang keras ketika bayi menggigit puting ibu
    • Merasa kesal dengan kondisi yang tidak tenang ketika bayi menyusu
    • Stress, terlalu banyak stimulasi, atau berulang-ulang diacuhkan ketika bayi ingin menyusu
      Cara penanganan/ solusi:
      • Lakukan pompa pada waktu yang sama ketika bayi menyusu untuk menghindari pembengkakan (engorgement atau plugged ducts)
      • Gunakan metode pemberian ASI yang lain seperti menggunakan cup, alat tetes, atau sendok
      • Catat dan perhatikan jumlah diaper atau popok kotor bayi untuk memastikan bayi mendapatkan cukup susu
      • Teruskan menawarkan payudara ibu pada bayi. Jika bayi terlihat frustasi, hentikan dan coba lagi di waktu yang lain. Ibu juga dapat mencoba ketika bayi tidur atau ketika sangat mengantuk.
      • Coba berbagai posisi menyusui, lakukan dengan skin-to-skin, untuk memberikan kenyamanan pada bayi melalui kulit ibu
      • Fokus pada bayi ibu dan tenangkan ia dengan sentuhan dan pelukan
      • Coba menyusui di kursi sambil memberikan ayunan ringan di ruangan yang tenang dan bebas dari gangguan.
      9. Infeksi Jamur (Fungal Infection)

      Infeksi jamur dapat terjadi puting atau payudara ibu yang berasal dari jamur yang ada pada susu. Infeksi terjadi karena pertumbuhan organisme Candida yang berlebihan. Candida ada dalam tubuh kita dalam kadar yang normal dikendalikan oleh bakteri alami dalam tubuh kita. Ketika terjadi ketidakseimbangan dalam jumlah bakteri, makan candida dapat tumbuh secara berlebihan dan menyebabkan infeksi.
      Tanda yang paling umum dari infeksi jamur yaitu nyeri puting selama beberapa hari meskipun ibu yakin telah menyusui dengan baik. Atau ibu tiba-tiba mengalami nyeri puting setelah beberapa minggu tidak bermasalah dalam menyusui. Beberapa tanda lainnya yaitu puting berwarna pink, terdapat serpihan-serpihan, terasa gatal, terlihat lebih berkilat atau seperti melepuh. Ibu juga dapat merasakan payudara terasa sakit yang selama sesi menyusui dan setelahnya.

      Penyebab dari infeksi jamur diantaranya:
      • jamur pada mulut bayi yang menular ke ibu melalui payudara
      • Lembab yang berlebihan pada puting yang mengalami masalah lecet
      • Penggunaan antibiotik atau steroid
      • Penyakit kronis seperti HIV, diabetes atau anemia
      Jamur pada mulut bayi dapat ditandai dengan adanya spot atau titik berwarna putih pada bagian dalam pipi, gusi, atau lidah. Banyak bayi yang mengalami masalah ini menolak untuk menyusu, sering sendawa atau gelisah (cranky). Bayi juga biasanya mengalami lecet pada area popok (diaper rash) berupa bintik-bintik merah. Bintik-bintik tersebut tidak hilang menggunakan krim diaper rash biasa.

      Cara penanganan/ solusi:

      Infeksi jamur membutuhkan waktu beberapa minggu untuk dapat sembuh, penting bagi ibu untuk mengikuti beberapa tips berikut untuk menghindari menyebarnya jamur:
      • Ganti nursing pads sesering mungking
      • Cuci semua baju dan handuk yang terkena jamur dengan air yang sangat panas
      • Kenakan bra yang bersih setiap hari
      • Cuci tangan sesering mungkin dan juga tangan bayi, terutama ketika ia menghisap jarinya
      • Cuci pacifier, dot atau mainan yang biasa dimasukkan bayi ke mulutnya dengan air panas. Setelah seminggu sejak pengobatan, ganti dengan yang baru
      • Rebus bagian breast pump yang terkena air susu setiap hari
      • Pastikan anggota keluarga yang lain tidak terkena infeksi jamur. Jika terdapat gejala infeksi jamur, pastikan untuk mendapat pengobatan.
      Sumber: Departemen Kesehatan USA, Kesehatan Wanita


      Air Susu Ibu (ASI) Sangat Penting

      Pentingnya Air Susu Ibu (ASI)

      1.Kolostrum merupakan liquid gold atau cairan emas

      Air susu ibu memenuhi kebutuhan nutrisi bayi secara sempurna pada setiap tahap pertumbuhan. ASI yang keluar di awal masa menyusui dikenal dengan liquid gold (cairan emas), atau kolostrum. Kolostrum merupakan cairan kental yang sangat kaya dengan nutrisi dan antibodi yang berfungsi melindungi bayi. Meskipun bayi anda hanya mendapatkan sedikit saja dari kolostrum, jangan khawatir karena jumlah tersebut sudah cukup untuk ukuran perutnya yang masih kecil mungil.

      2. ASI transisi dan ASI matang (mature)
      Dengan ciri-ciri lebih encer dan putih, ASI transisi memiliki kandungan lemak yang tinggi, laktosa, dan vitamin larut air, serta memiliki kadar kalori yang lebih tinggi dari kolostrum. Kandungan dari ASI transisi berubah setelah sepuluh hingga lima belas hari menyusui, yang kemudian menjadi ASI matang (mature milk)

      ASI matang terdiri dari foremilk (ASI awal) dan hindmilk (ASI akhir). ASI matang akan dihasilkan sekitar dua minggu setelah bayi lahir. Foremilk merupakan ASI awal yang memiliki kandungan protein tinggi, rendah lemak dan rendah kalori, dihasilkan pada saat awal pengeluaran ASI matang di setiap sesi menyusui. Hindmilk yang merupakan ASI akhir yang dihasilkan di akhir sesi menyusui mengandung kalori dan lemak yang tinggi. Tidak ada patokan kapan ASI awal berubah menjadi ASI akhir. Perubahan akan terjadi ketika lemak tertahan di alveoli dimana ASI dibuat, akan mulai keluar ketika payudara ibu telah mengosongkan foremilk (ASI awal). Penting bagi bayi untuk menerima asupan foremilk dan hindmilk yang seimbang. Durasi menyusui dan jumlah suplai atau pasokan ASI merupakan faktor penentu hal tersebut.

      3. ASI lebih mudah untuk dicerna

      Untuk bayi, terutama bayi prematur, ASI lebih mudah dicerna dibanding susu formula. Protein dalam susu formula dibuat dari susu sapi, yang membutuhkan waktu lama untuk dicerna oleh perut bayi.

      4. ASI membantu melawan penyakit

      Kandungan sel, hormon dan antibodi dalam ASI melindungi bayi dari penyakit. Perlindungan ini bersifat unik dimana kandungan susu formula secara kimia tidak akan dapat persis menyerupai ASI. Bayi yang diberikan susu formula umumnya lebih sering mengalami infeksi telinga dan diare. Selain itu, bayi dengan susu formula juga memiliki risiko lebih tinggi terhadap masalah berikut:

      • Virus perut
      • Alergi makanan
      • Necrotizing enterocolitis, merupakan penyakit yang mempengaruhi saluran gastrointestinal pada bayi prematur
      • Infeksi saluran pernafasan
      • Asma
      • Obesitas
      • Diabetes tipe 1 dan tipe 2
      • Leukemia pada anak
      • Dermatitis atopi, merupakan sejenis gangguan kulit
      • Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau Sindrom Kematian Bayi Mendadak

      Manfaat ASI untuk Ibu

      1. ASI menghemat pengeluaran

      Susu formula dan peralatan menyusui dapat menelan biaya lebih dari 15 juta per tahun, tergantung dari berapa banyak susu yang dibutuhkan bayi. Bayi yang diberikan ASI juga lebih jarang mengalami sakit, yang tentunya akan menghemat biaya perawatan kesehatannya.

      2. ASI membuat hidup lebih mudah

      ASI mungkin akan membutuhkan upaya ekstra di awal masa menyusui. Namun ASI akan membuat hidup lebih mudah setelah anda dan si kecil mulai terbiasa dan menguasai rutinitas tersebut. Dengan ASI, tidak perlu repot membersihkan atau steril botol dan dot. ASI sudah siap tersedia, tidak seperti susu formula yang harus dibeli, ditakar dan dicampur. Anda juga tidak perlu bangun untuk menghangatkan botol di tengah malam.

      3. ASI menyenangkan dan menenangkan

      Kontak fisik sangat penting untuk bayi yang baru lahir, untuk membantu mereka merasa lebih aman, hangat dan nyaman. Ibu tentunya juga dapat mengambil manfaat dari kedekatan ini. Sesi menyusui dengan ASI membuat ibu mendapatkan waktu santai sambil merasakan kedekatan dengan bayi. Kontak skin-to-skin dapat meningkatkan kadar oksitosin ibu. Oksitosi merupakan hormon yang membantu aliran ASI menjadi lebih lancar dan memberi efek menenangkan untuk ibu.

      4. Ibu menyusui lebih jarang ijin kerja

      Ibu menyusui yang juga bekerja akan lebih jarang minta ijin kerja karena bayi kecil mereka lebih jarang sakit.

      5. ASI baik untuk kesehatan ibu

      Ibu yang menyusui memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit dan gangguan berikut:
      • Diabetes tipe 2
      • Kanker payudara
      • Kanker ovarium
      • Depresi pasca melahirkan atau Postpartum Depression
      Para ahli masih mencari manfaat menyusui dengan ASI dalam meningkatkan kepadatan tulang atau mencegah osteoporosis, serta membantu penurunan berat badan setelah melahirkan. Banyak studi melaporkan ibu menyusui akan mengalami penurunan berat badan lebih banyak dibanding ibu yang tidak menyusui. Namun masih diperlukan riset lebih lanjut dalam hal tersebut.

      Manfaat ASI untuk lingkungan

      Keuangan secara nasional akan mendapatkan keuntungan dari ASI. Bayi yang diberikan ASI biasanya lebih jarang sakit sehingga lebih jarang membutuhkan perawatan dan rumah sakit. ASI juga membantu menciptakan lingkungan yang lebih baik. Sampah dari kaleng dan plastik yang dihasilkan oleh rumah dengan bayi ASI akan lebih sedikit dibandingkan dengan bayi yang diberi susu formula.

      Sumber: Departemen Kesehatan USA, Kesehatan Wanita